Jurgen Klopp Minta Maaf usai Lakukan Selebrasi Berlebihan

Jurgen Klopp Minta Maaf usai Lakukan Selebrasi Berlebihan

Kegembiraan yang dirasakan oleh pelatih Liverpool, Jurgen Klopp usai Liverpool mendapatkan kemenangan dramatis ketika menghadapi Everton pada laga lanjutan Premier League musim 2018-2019 pekan ke-14. Meski begitu, Jurgen Klopp nyatanya merasa sangat bersalah lantaran ia sudah melakukan selebrasi yang dirasa berlebihan. Maka dari itu, usai laga tersebut, pelatih berpaspor Jerman itu pun menyuarakan permintaan maaf dirinya.

Jurgen Klopp Minta Maaf usai Lakukan Selebrasi Berlebihan

Liverpool berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor tipis 1-0 lantaran gol telat yang dicetak oleh Divock Origi pada menit ke 90+6. Tidak kuasa menahan kegembiraan usai berhasil menang, Jurgen Klopp pun lantas berlari ke dalam lapangan untuk melakukan selebrasi dan memeluk kiper Liverpool, Allison Becker. Persoalannya adalah Jurgen Klopp masuk dalam lapangan sebelum laga itu berakhir.

Sejumlah pihak menilai jika aksi yang dilakukan eks pelatih Borussia Dortmund itu tidak menghormati Everton. Tidak aneh, Jurgen Klopp pun kini mencoba untuk meluruskan persoalan itu. Ia menjelaskan jika dirinya tidak bermaksud untuk tidak menghormati Everton. Akan tetapi, Jurgen Klopp mengaku jika ia tidak bisa menahan kegembiraan yang didapatkannya ketika Liverpool berhasil mencetak gol.

“Saya harus meminta maaf lantaran saya tidak mau bersikap tidak hormat. akan tetapi saya tidak bisa menahan diri. Itu terjadi begitu saja. Itu adalah laga yang intens luar biasa. kedua tim mempunyai peluang. Kedua kiper mempunyai penampilan yang sangat luar biasa. Pada akhirnya itu adalah gol yang sangat mengejutkan bagi saya,” jelas Jurgen Klopp.

“Saya tidak bisa membayangkan kekecewaan dari Everton. Akan tetapi kami mendapatkannya dan kami sudah bisa menerimanya. Ini merupakan malam yang sangat menakjubkan. Jika saya bisa menggambarkannya bagaimana rasanya, maka saya akan bisa mengendalikan hal itu. Kami tidak bisa mencari alasan, akan tetapi seperti itulah. saya tidak bermaksud untuk tidak hormat, akan tetapi saya sulit untuk menahan diri ketika itu,” tandas Jurgen Klopp.

Related Post